Gerakan Sadar Zakat

Gerakan Sadar Zakat merupakan gerakan yang di inisiasi LAZ Al Bunyan bertujuan untuk mengedukasi Masyarakat terkait pentingnya berzakat agar kebaikan dan manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas

Potensi Zakat di Indonesia

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, potensi zakat di Indonesia dinilai mencapai Rp327 triliun*. Potensi tersebut diprediksi dapat terus bertumbuh, sejalan dengan meningkatnya kesadaran zakat masyarakat. Nominal tersebut tentunya merupakan kabar baik bagi rencana-rencana pemulihan ekonomi nasional dan pengentasan kemiskinan yang tengah gencar dilakukan di Indonesia.

* Badan Amil Zakat Nasional, 2021

Peran Zakat di Masyarakat

Pendidikan

Pendidikan Indonesia masih terpuruk. Ada sekitar 83,7 ribu anak Indonesia yang mengalami putus sekolah dan 67% diantaranya disebabkan oleh ketidakmampuan ekonomi. Selain itu, angka rata-rata sekolah di Indonesia hanya mencapai 8,54 tahun. Ini berarti bahwa kebanyakan siswa di Indonesia bahkan tidak mampu menyelesaikan SMP.
Jika diasumsikan seperlima dana zakat (Rp 65,4 triliun) disalurkan dalam bentuk beasiswa pendidikan (Rp20 juta/orang per tahunnya), maka setiap tahunnya akan ada 3,27 juta siswa yang bebas dari putus sekolah.

+ 3.27 Juta

Anak Indonesia mendapatkan Pendidikan berkualitas

+ 4.3 Juta

Tercipta Pengusaha Baru dan Lapangan Usaha Baru

Ekonomi

Angka kemiskinan di Indonesia mencapai 9,54% dari total penduduk Indonesia, artinya ada sekitar 26,16 juta orang di Indonesia yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini diperburuk dengan fenomena pengangguran, sempitnya lapangan kerja, dan persaingan global yang terjadi.
Dengan asumsi seperlima dana zakat (Rp 64,5 triliun) digunakan untuk kepentingan ekonomi, misalnya dana tersebut dimanfaatkan dalam bentuk modal usaha berkelanjutan (Rp 15 juta/usaha per tahunnya), maka setiap tahunnya akan ada setidaknya 4,3 juta pengusaha baru dan lapangan usaha baru.

Ekonomi

Angka kemiskinan di Indonesia mencapai 9,54% dari total penduduk Indonesia, artinya ada sekitar 26,16 juta orang di Indonesia yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini diperburuk dengan fenomena pengangguran, sempitnya lapangan kerja, dan persaingan global yang terjadi.
Dengan asumsi seperlima dana zakat (Rp 64,5 triliun) digunakan untuk kepentingan ekonomi, misalnya dana tersebut dimanfaatkan dalam bentuk modal usaha berkelanjutan (Rp 15 juta/usaha per tahunnya), maka setiap tahunnya akan ada setidaknya 4,3 juta pengusaha baru dan lapangan usaha baru.

+ 4.3 Juta

Tercipta Pengusaha Baru dan Lapangan Usaha Baru

Kesehatan

Ketika dunia telah mengalami banyak kemajuan dalam hal terknologi dan informasi, nyatanya masih terdapat banyak masyarakat Indonesia yang kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan. Keterbatasan ekonomi dan fasilitas yang belum menjangkau tempat tinggal mereka menjadi kendala mengapa masih banyak masyarakat tidak menerima pengobatan atas penyakit yang dideritanya.
Jika seperlima dana zakat (Rp 65,4 triliun) disalurkan dalam bentuk bantuan kesehatan, baik berupa tunai maupun fasilitas. (Rp 5 juta/Penerima Manfaat) Maka dalam satu tahun saja, dana zakat tersebut telah mampu menolong +-13 juta orang dari penderitaan sakitnya dan menolong banyak keluarga dari kehilangan orang yang mereka cintai.

+ 13 Juta

masyarakat indonesia menerima kesehatan berkualitas

+ 6.5 Juta

Kegiatan dakwah dapat terlaksana

Dakwah

Dakwah merupakan pelindung bangunan Islam, yang perlu terus mengalir agar Islam akan terus hidup dalam hati-hati para muslim. Zakat memiliki peran penting dalam mendukung upaya-upaya dakwah Islam, dalam meringankan beban finansial para mujahid dakwah
Misalkan zakat dengan jumlah yang sama (Rp 65,4 triliun) masing-masing 10 juta disalurkan untuk membiayai kegiatan dakwah . Maka dalam satu tahun, akan ada 6,5 juta kegiatan dakwah yang dapat terlaksana di seluruh Indonesia. Dan bayangkan berapa banyak hati yang tersentuh oleh gerakan ini.

Dakwah

Dakwah merupakan pelindung bangunan Islam, yang perlu terus mengalir agar Islam akan terus hidup dalam hati-hati para muslim. Zakat memiliki peran penting dalam mendukung upaya-upaya dakwah Islam, dalam meringankan beban finansial para mujahid dakwah
Misalkan zakat dengan jumlah yang sama (Rp 65,4 triliun) disalurkan untuk membiayai kegiatan dakwah, baik dari segi program maupun penerima manfaat, masing-masing 10 juta. Maka dalam satu tahun, akan ada 6,5 juta orang/program yang terlaksana di seluruh Indonesia. Dan bayangkan berapa banyak hati yang tersentuh oleh gerakan ini.

+ 6.5 Juta

Anak Indonesia mendapatkan Pendidikan berkualitas

Sosial Kemanusiaan

Sebagai negeri kepulauan yang terletak di antara dua samudera, unsur geografis Indonesia selain menjadikan Indonesia sebagai negara dengan potensi bencana alam yang besar. Selain itu faktor perilaku manusia yang merusak alam juga memperparah hal tersebut. Fenomena bencana yang terjadi mengakibatkan kerugian di banyak sektor. Dana zakat menjadi salah satu jalan untuk menolong mereka yang terdampak bencana, baik melalui bantuan uang ataupun barang. Bayangkan, jika saja dana Rp 65,4 triliun tersebut dapat mengobati rasa haus dan lapar, serta menjadi naungan sementara bagi mereka yang kehilangan rumah dan penghidupanny

+ 3.27 Juta

Anak Indonesia mendapatkan Pendidikan berkualitas

Namun Nyatanya, Baru 4% dari Total Zakat Yang Berhasil di Himpun

Dari nominal tersebut, nyatanya baru sekitar Rp14 triliun atau hanya 4% dana zakat yang berhasil dihimpun dan dimanfaatkan secara nasional. Artinya, manfaat zakat sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi masyarakat belum terwujud secara optimal.

* Badan Amil Zakat Nasional, 2021

Mari Bergerak Bersama LAZ Al Bunyan dalam

GERAKAN SADAR ZAKAT

Apa Strategi LAZ Al Bunyan Untuk Mengelola
Zakat dalam Mengentaskan Kemiskinann

Pesantrenku Jalan Surgaku

Pesantren merupakan model pendidikan Islami yang melahirkan da’i sebagai agen dakwah dan penerus peradaban Islam.Jumlah pesantren di Jawa Barat mencapai 9.340 pesantren*. Jumlah pastinya bisa saja lebih banyak lagi, mengingat tidak semua pesantren terdaftar. Dengan jumlah tersebut, maka dapat diperkirakan bahwa dalam setiap 3,5 km kita akan menemukan pesantren. Dalam UU No 10 tahun 2019, pesantren telah diamanahi 3 misi, yaitu: dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Di dalamnya tercakup banyak lapisan masyarakat, diantaranya: siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. Maka tak dapat dipungkiri lagi, pesantren merupakan salah satu jalan yang ideal untuk menyebarkan manfaat dana zakat secara lebih luas dan dengan menyentuh berbagai kalangan. Dengan mendukung aktivitas pesantren, maka kita telah menjadi bagian dari lahirnya pemimpin bangsa selanjutnya, menyejahterakan guru, mendukung dakwah Islam, dan memberdayakan masyarakat.

* Kemenag, 2021

Orphan Empowerment Movement

Kehilangan orang tua adalah sesuatu yang tidak diinginkan oleh semua anak. Apalagi peran seorang ayah yang merupakan tulang punggung keluarga. Ketiadaan sosok ayah tidak hanya berdampak pada hilangnya sumber nafkah, namun juga berdampak pada psikologis ibu dan anak yang ditinggalkan. OEM (Orphan Empowerment Movement) merupakan jalan bagi kita untuk membantu para yatim agar terus dapat belajar dan menjadi pemimpin di masa depan. Melalui bantuan pendidikan berbasis Rumah Qur’an dan Lembaga Perlindungan Sosial Ibu dan Anak¬† (LPSA), mari kita bantu anak-anak Indonesia untuk terus maju meski tanpa sosok ayah.

Generasi Tangguh

Indonesia akan memasuki masa kejayaannya di 2045. Wacana tersebut berangkat dari adanya Bonus Demografi dan momen 100 tahun Indonesia merdeka. Bonus Demografi merupakan kondisi dimana generasi produktif (15-64 tahun) lebih banyak dibandingkan dengan usia non-produktif. Ini merupakan sebuah tantangan yang dapat menjadi kesempatan, juga dapat menjadi ancaman. Generasi produktif perlu menjadi tangguh untuk menghadapi tantangan tersebut dan memenangkan Indonesia. Mari bergabung bersama Generasi Tangguh, untuk mendukung dan mempersiapkan masa depan Indonesia mulai dari sekarang.

Kebencanaan

Aktivitas dan perilaku manusia saat ini selalu memiliki dampak bagi masa depan. Rusaknya lingkungan dan alam, serta munculnya wabah penyakit merupakan beberapa contoh dampak negatif yang dapat timbul dari perbuatan manusia yang tidak bertanggungjawab tersebut. Sayangnya dampak dari bencana bukan sesuatu yang dapat segera pulih dengan sendirinya, melainkan memerlukan bantuan. Dengan peduli terhadap kebencanaan, maka kita telah ikut membantu saudara kita untuk bangkit kembali dan sembuh dari luka akibat bencana.

Belum Tau Zakat Ada Apa Saja ?

Belum Tau Perhitungan Zakat, Haul dan Nisabnya?

Yuk kunjungi halaman ini ya

Zakat Anda sudah Kami Salurkan
Melalui Program

1214

Penerima Manfaat

5106

Penerima Manfaat

832

Penerima Manfaat

8136

Penerima Manfaat

2030

Penerima Manfaat

8136

Penerima Manfaat

2030

Penerima Manfaat

Menurut Mereka Tentang Zakat

Copyright 2022 © All right Reserved Design by Kopen Studio