3 Golongan Yang Berhak Menerima Daging Kurban

Assalamu’alaikum Social Investor!
Hari raya Idul Adha tidak hanya menjadi momen untuk melaksanakan ibadah kurban, tetapi juga untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Salah satu aspek penting dari ibadah kurban adalah membagikan daging kurban kepada sesama umat muslim. Dalam Islam, terdapat tiga golongan yang berhak menerima daging kurban. Mari kita kenali siapa saja mereka.

  1. Shohibul Kurban: Golongan pertama yang berhak menerima daging kurban adalah orang yang berkurban. Seorang yang berkurban dikenal sebagai Shohibul Kurban. Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Shohibul Kurban berhak mendapatkan sepertiga dari daging kurban. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Jika di antara kalian berkurban, maka makanlah sebagian kurbannya.”
    Namun, penting untuk dicatat bahwa Shohibul Kurban tidak diperbolehkan menjual bagian dari hewan kurban, termasuk daging, bulu, atau kulitnya.
  2. Kerabat,Teman, Tetangga: Golongan kedua yang berhak diberikan daging kurban ialah kerabat, teman, dan tetangga, meskipun mereka termasuk dalam golongan yang berkecukupan. Sesuai dengan kaidah yang berlaku, besaran daging kurban yang diberikan kepada golongan kedua adalah sepertiga dari keseluruhan daging kurban yang diperoleh.
    Dengan membagikan daging kurban kepada kerabat, teman, dan tetangga, kita dapat mempererat hubungan sosial dan saling berbagi kebahagiaan dalam momen yang istimewa ini. Meskipun mereka mungkin tidak membutuhkan secara finansial, tetapi memberikan bagian dari daging kurban adalah sebuah tradisi yang mendorong persaudaraan, kebersamaan, dan saling mempererat tali silaturahmi di antara sesama umat Muslim. Selain itu, tindakan ini juga mencerminkan kemurahan hati dan kepedulian kita terhadap orang lain, serta semangat berbagi yang dianjurkan dalam agama Islam.
  3. Fakir Miskin: Golongan ketiga yang berhak menerima daging kurban adalah fakir miskin, orang-orang yang tidak mampu secara finansial. Mereka termasuk dalam kelompok yang berpenghasilan rendah atau tidak memiliki penghasilan sama sekali. Pemberian daging kurban kepada fakir miskin akan membantu memenuhi kebutuhan mereka yang seringkali sulit terpenuhi. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al Hajj ayat 28: “Makanlah sebagian dari daging kurban dan berikanlah kepada orang fakir.” Dengan memberikan daging kurban kepada fakir miskin, mewujudkan tujuan adanya penyembelihan hewan kurban yaitu saling berbagi dengan sesama. 

Penting untuk menjalankan ibadah kurban dengan penuh keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama. Dalam membagikan daging kurban, kita dapat memastikan bahwa daging tersebut sampai kepada golongan yang benar-benar membutuhkan. Sebagai umat Muslim, kita diharapkan untuk berempati dan memperhatikan kesejahteraan sesama. Dengan membagikan daging kurban kepada karib kerabat, teman, tetangga, dan fakir miskin kita dapat memberikan kebahagiaan dan memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat.

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram